mas template
Headlines News :
mas template
Home » » Kaisar Nero Membakar Kotanya Sendiri

Kaisar Nero Membakar Kotanya Sendiri

Written By maskolis on Monday 18 July 2011 | 07:58

Nero Claudius Caesar (37-68) adalah salah satu kaisar Roma yang terkenal karena keburukannya. Dia lahir pada 15 December 37 dengan nama Lucius Domitius Ahenobarbus, ibunya bernama Agrippina (15-59) dan ayahnya Gnaeus Domitius Ahenobarbus (+40). Kakek Nero, Lucius Domitius Ahenobarbus (+48 BC), adalah orang yang terkenal sadis dan kejam. Ayah Nero, Gnaeus, bahkan lebih kejam lagi. Dia bisa membunuh orang hanya karena menolak perintahnya untuk minum sebanyak yang dia minta, dan di saat yang lain, dia melukai mata orang yang berani mengkritik dia.

Sejarah Kaisar Nero

Ibunda Nero adalah seorang wanita yang ambisius dan memiliki trauma masa kecil karena kematian saudaranya akibat di bunuh oleh kaisar Tiberius. Ketika berumur 3 tahun, ayah Nero yang kejam meninggal. Kemudian, banyak harta dan hak keluarganya di rampas oleh kaisar Roma saat itu, Caligula dan Nero serta keluarganya hidup dalam kemiskinan. Pada tahun 41, Agrippina di panggil oleh kaisar berikutnya, pamannya sendiri, Claudius (10 BC-54 AD).

Setelah kembali ke kota, Agrippina menikah dengan Passienus Crispus yang kaya. Setelah kematian suaminya tak lama setelah pernikahannya, Agrippina mewarisi kekayaannya. Tahun 48, permaisuri Messalina di hukum mati karena sebuah kesalahan, dan kaisar Clauidius kemudian menikahi Agrippina setahun kemudian. Setelah kematian Clauidius, Agrippina dengan cerdik merancang rencana sehingga akhirnya Nero bisa menjadi kaisar Roma menggantikan Claudius. Saat menjadi kaisar, Nero telah menikah dengan Oktavia.

Nero memiliki tinggi tubuh rata-rata, berambut keriting berwarna terang keemasan. Kekejamannya segera di mulai saat dia mulai memerintah. Pada 11 February 55, Nero meracuni saudara tirinya yang berusia 14 tahun, Brittanicus saat makan malam. Dia mengklaim bahwa saudaranya terkena serangan epilepsi. Brittannicus di kubur diam-diam keesokan harinya. Tahun 62, Nero meracuni salah satu pelayan setianya, Doryphorus.

Kegilaan Kaisar Nero semakin menjadi-jadi ketika pada tahun 59, dia menginginkan kematian ibunya sendiri. Dia menyusun rencana dengan menaikkan sang ibu ke dalam kapal dan menenggelamkan kapal tersebut di lauta. Saat itu, sang ibu, Agrippina mampu menyelamatkan diri dengan berenang ke pantai. Tetapi kelak kemudian , Nero berhasil membunuh ibunya sendiri.

Seiring waktu, kaisar Nero menjadi seorang megalomaniac. Pengadilan di abaikan dan pajak di naikkan. Kaisar Nero mempunyai ketertarikan dan obsesi yang besar pada teater dan balap kereta kuda. Dia suka mengurung penduduk Roma di dalam teater dan memaksa mereka untuk mendengarkan cerita atau nyanyian Nero. Pada tahun 60 dan 65 dia mengadakan festival dan memperkenalkan epik karyanya "Troica" yang bercerita tentang perang Trojan.

Dia suka menyanyikan lagu karangannya sendiri dan menyanyikannya bersama kelompok musik pribadinya. Di teater dan sirkus pribadinya, dia biasa menjadi seorang penunggang kereta kuda atau sebagai aktor. Dia juga biasa mengorbitkan bintang muda, tetapi segera menjadi cemburu apabila bintang tersebut sukses.

Pada bulan Juli 64, kebakaran besar melanda Roma. Rumor yang beredar mengatakan bahwa kebakaran tersebut sengaja di buat oleh Nero agar ada tempat baginya untuk membangun istana baru. Setelah kebakaran tersebut, Nero segera membangun kembali Roma dengan proyek raksasa pembangunan istana yang di kenal sebagai rumah emas yang dia maksudkan sebagai pelengkap tahtanya. Proyek tersebut adalah sebuah proyek rumit yang terdiri dari istana dan paviliun yang didirikan bersama dengan sebuah danau buatan dan seribu patung perunggu Nero. Proyek tersebut memiliki desain dan konsep yang revolusioner.

Sangat sulit untuk mengetahui penyebab ketidakseimbangan mental Nero. Cintanya pada salah satu istrinya, Poppaea dan mimpi buruk yang di alaminya setelah membunuh sang ibu, membuktikan kalau dia bukanlah seorang psychopath. Dia lebih tepat di sebut sebagai schizophrenic.

Tumbuh tanpa figur ayah dan ibu yang ambisius dan selalu mengekangnya. Lingkungan masa kecilnya mengkondisikan dia untuk mengambil pilihan menghancurkan semua musuhnya, bahkan jika musuh itu hanyalah bayangannya saja. Hidup terisolasi membuatnya menjalani hidup dalam dunia khayalan.

Sebuah konspirasi yang gagal untuk membunuh Nero terjadi tahun 65. Akibatnya, 13 orang di hukum mati dan 19 orang meninggal. Tahun berikutnya, Nero mengadakan perjalanan ke Yunani untuk mengikuti pertandingan pada festivals di Olympia dan Delphi. Dia menyuap semua juri, dan seperti biasanya, dia melarang penonton meninggalkan tempat duduknya saat dia sedang bertanding. Akhirnya dia pulang dengan membawa semua hadiah.

Pada musim semi, pemberontakan terhadap dirinya di mulai di propinsi yang keberatan dengan tingginya pajak. Pemberontakan itu segera berpengaruh dan rakyat Romawi mulai memberontak terhadap Nero. Tak lama kemudian, senat menetapkan Nero sebagai musuh rakyat. Pada saat itu, penasehat utama Nero, Tigellinus sedang sakit berat dan Nero kehilangan keberaniannya.

Kemudian Nero ingin melarikan diri dengan kapal, tetapi pengawalnya menolak permintaan Nero untuk mempersiapkan kapal tersebut. Ketika para prajurit menangkapnya pada 9 Juni, dia menusuk lehernya sendiri dengan pisau. Kaisar Nero di makamkan di kuburan keluarga di Domitii, bukit Pincian. Istri ketiganya, Statilia Messalina, meninggalkan Nero sebelum peristiwa itu dan kekasihnya, meninggalkan Roma dan bunuh diri setahun kemudian.

Sumber : ferryzanzad.multiply.com
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

mas template
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. MASKOLIS - All Rights Reserved
maskolis
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya